Jumat, 25 Desember 2015

LIAN LOVE MEJIN

Ini Adalah Kisah Cinta Tragis Yang Pernah Ku Alami,Dimana Aku Menemukan Cinta Pertama,Yang Tidak Seperti Biasanya,Kisah Cinta Ini Yang Membuat Aku  Menjadi Manusia Puitis,Perjalanan Cinta Ini Yang Membuat Aku Menunggu Selama Hampir 3 Tahun Lamanya tak tentu di kota orang ,Kisah Cinta Lian Love Mejin Akan Dituliskan Untuk Dibaca Oleh Kaum Pembaca Yang Setia….
          Aku Adalah Seorang Anak Laki-Laki Yang Berumur 19 Tahun, Setelah Tamat SMA Aku Mencoba Merantau Ke Kota Medan, Disana Banyak Ku alami Derita, Suka Maupun Duka, Ketika Lulus Dari Sma Negeri,Aku Ingin Mencoba Mendaftar Ke Perguruan Negeri Disumatra Utara,Pada Tahun 2010 , PADA Bulan Juni Aku Lulus Sma,Dan Aku Mulai Mendaftar Di Sebuah Perguruan Tinggi Negeri, Tepatnya Di Univresitas Sumatra Utara,,
Sambil Menunggu Pengumuman Aku Mencoba Mencari Kerja Sampingan Di Kota Medan, Dan Ibuku Menghubungi Pamanku Yang Ada Di Kota Tanjung Sari (Namanya Adalah Jakobus Purba), Pamanku Memiliki Sebuah Warnet Yang Namanya Jeremiah Net, Akupun Mulai Bekerja Disana Sebagai Karyawan,Walaupun Gajinya Cuma Rp 500000,  Tapi Aku Senang Bisa Bertahan Hidup Di Perantauan Tampa Bantuan Sepeser Pun Dari Orang Tuaku,,,
Kemudian Aku Mulai Menikmati,Pekerjaanku Sebagai Karyawan , 
Aku Mulai Banyak Mengenal Dan Berteman Dengan Mahasiswa Unika, Kebutulan  Warnet Tempat Aku Kerja Berada Di Sekitar Kampus Unika (Santo Thomas Medan), Disanalah Aku Mulai Mengenal   Pian Cyber_Link,Karna Aku Suka Liat Gayanya Yang Polos, Pian Slalu Mengunjungi  Warnet Dengan Paket 2-3 Jam,Aku Mulai Penasaran Dengan Pian,Karna Aku Tau Dia Jursan Komputer,Tapi Kenapa Dia Membawa Buku Kunci Dram Yang Tebalnya Sampe 4 Cm,aku melihat bukunya itu ketika pian sedang mengeprint lembaran mata kuliahnya buku itu tinggal di meja kasir warnet,Aku Berfikir Bahwa Jiwa Pian Bukan Dikampus,Melainkan Di Dunia Musik., Dan Setiap Pagi Aku Mendengarnya Memainkan Dram Di Kamar Kosnya,Kamar Kos ,Pian Sperti Studio,Dia Memiliki Peralatan Musik Yang Complite Disana,Itulah Masalahnya Dia Enggan Pindah Dari Tempat Kosnya, Karna Peralatannya Yang Sangat Banyak. Tapi Aku Tak Menyia-Nyiakan Hoby Pian,Aku Mulai Menyelusuri Email Pian Untuk Dijadikan Teman Di FB
Kembali Lagi Saat Teduh Di Warnet Aku Mulai Asyik Menjaga Warnet,Karna Aku Bisa Online Gratis,Dan Juga Pamanku Yang Punya Warnet Sangat Baik,Aku Telah Diaanggap Saudara(Keluarga),Pada Saat Sore Aku Mulai Melihat Junita, Sedang Maen Warnet, Junita Selalu Main Warnet Sampe Paket Lima Jam,,Sore Itu Aku Bergegas Mandi,Karna Pergantian Sip,karna aku jaga Sip Pagi Ampe Sore Doank,Dan Temannku Sip Malam ia adalah Bang Regar,tapi bang regar,telah meninggal dunia,dia tak tertolong lagi,karna dia terserang penyakit struk pada pukul 0200 malam,dia tak terselamatkan ,aq tak dapat menolong dia,aku hanya menjaga dia sampai matahari terbit ,kami berdua sampai pagi,setelah fajar menyinsing aku mulai membersikan  bang regar karna satu malam bang regar buang air besar,dan memakaikannya pakaianku,kemudian aku pergi kerumah paman di helvetia di perumahan pondok surya,aku dan paman berusaha menyelamatkannya,karna kuraba denyut nadinya masih berdenyut,tapi paman bukan membawanya ke rumah sakit,
tapi orang ahli struk,, tapi karna ahli struknya lagi padat pasien, aku dan paman bersinggah di kedai untuk sarapan dulu tetapi bang regar kami tinggalkan didalam mobil sendiri setelah itu langsung kami gotong kedalam rumah ahli struk itu ,setelah itu langsung kami bawa kerumah sakit, untuk mendapatkan tenaganya dari infus, tapi apalah hendak di kata bang regar menghembuskan nafas terakhir di tengah jalan,di pangkuanku aku melihat mukanya hitam,dan denyut tak nadi tak ada lagi,setelah sampai di rumah sakit,pihak rumah sakit tak berani member surat kematiannya karna alas an tak bernyawa lagi sampai di rumah sakit,aku menatap bang regar dengan senyum,,tetapi di hati sedih,kemudian dokter membawanya kekamar mayat,aku menemani bang regar sampai selesai dimandikan dan disuntik,,setelah itu mayatnya dibawa kerumahnya di jalan gajah mada medan  untuk di kuburkan keluarga,disana aku member bunga terakhir di sakunya   ,kita kembali kecerita junita,selesai Mandi Aku Mulai Turun Kebawa Karna Aku Tinggal Di Lantai Dua Dan Warnetnya Dilantai Satu,,Aku Berkaca Dekat Tangga Dan Seseorang Dari Kom,Melihat Aku,Tetapi Aku Melirik Lagi,,Dia Adalah Junita Tarigan,Gadis Siantar, Mahasiswa Santo Thomas,, Aku Mulai Penasaran Dengan Junita,,,,

Keesokan Harinya Junita Kembali Maen Di Warnet,Dengan Paket Enam Jam,Aku Mulai Jatuh Hati Padanya,Karna Junita Mulai Memberi Harapan Padaku,,, Setelah Junita Selesai, Maen Warnet Aku Mulai Mengotak Atik Kom Yang Di Pake Junita,Aku Menemukan Alamat Email Yang Tinggal, Di Jendela Fb.Com,, Kemudian Aku Mulai Meminta Pertemanan, Dan Junita Menanggapi Pertemanannya,,
Aku Dan JunitaPun Mulai Akrab Untuk,Kemudian Aku Ngajak Junita Untuk Ketemuan, Dan Junita Meminta Aku Untuk Mendatangi Kosnya Pada Sore Hari Tepatnya Setelah Junita Pulang Kuliah,Tetapi Apa Lah Daya,Aku Hanya Seorang Karyawan,Aku Mempunyai Sip Siang,Dan Tak Memungkinkanku  Untuk Meninggalkan Warnet,
Aku Hanya Mempunyai Waktu Malam saja klw untuk keluar dari warnet , Dan Ketika Malam Telah Tiba Aku Nongkrong Di Depan Warnet Sambil Berharap Junita Lewat,Aku Bercerita Dengan Tetangga Yang Berada Di Sebelah Warnet, yang bekerja sebagai pengusaha papan bunga,suatu ketika Aku Melihat Junita Lewat Sambil Membawa Kompor Minyak Bersama Seorang Temannya, Aku Mulai Mengikuti Dari Blakang, Berharap Aku Dapat Mengetahui Dimana Junita Ngekos,,Tapi Skali Skali Junita Melihat Keblakang Dan Akupun Pura Pura Jajan Kekedai Orang Untuk Beli Rokok,Tetapi Kedai Yg Di Kusinggahi  Adalah Warnet,Mana Ada Jual Rokok Disitu, Hehehehe,Tapi Junita Senyum Saja Melihat Tingkah Aneh Ku,Setelah Junita Sampai Ketempat Kosnya Aku Pun Memandang Dari Jauh Karna Misinya Telah Selesai,,,Dan Junita Ngajakku Datang Kekosnya,Tapi Aku Takut Jumpanya Siang Hari,Maklumlah Ini Baru Cinta Pertamaku,Jadi Masih Dekdekan,,Dan Aku  Mengirim Pesan Melalui Fb Ke Junita Agar Malam Ini Aku Dapat Bertemu Dengannya Di Simpang Gang Pepaya,,Junita Juga Menyetujuinya,Tapi Junita Berkata,Aku Lagi Belanja Di Supermarket Tunggu Aja Disitu,Tapi Junita Melihatku Menunggu, Tapi Junita Juga Tak Berani Menghampiriku ,Setelah Jam 12 Junita Berfikir Bahwa Nanti Dia Akan Kemalaman Pulang Jika Nunggu Aku Pulang Dari Gang Itu,,Junita pun Memberanikan Diri Lewat,Dan Tak Singgah,Dia Hanya Menatap Mataku Dengan Durasi 5 Detik Dan Menjulurkan Lidahnya,Lian Kemudian Tersenyum Menatap Junita,,,Dan Akupun Kembali Pulang,,, Keesokan Harinya Lagi,Aku Mulai Mengirimkan Pesan Tentang,Perasaannku Kepada Junita,,Tapi Junita Menjawab,Kau Tak Akan Bisa Mengerti Aku,Aku Telah Mati Rasa,,Karna Pacarku Dulu Telah Meninggal Dunia,,Aku Tersentuh,Aku Mulai Mengirim Semua Jurus Puisi Yang ku Punya,,Tapi Junita Tak Menerimanya,Junita Mulai Membolokir,Fb Aku,Tapi Aku Buat Fb Baru Terus,Untuk Di Add Ke Junita,,Tapi Junita Terus Memblokir,,Junita Mengirim Pesan Aku Cuma Butuh Waktu 5 Menit Untuk Memblokirmu,,Tapi Aku Menjawab Aku Hanya Butuh 1 Menit Buat Akun Fb Baru .Kemudian Junita Maen Kewarnet Disana Dia Terus Meblokir Fb Aku,Karna Aku Telah Gila Dibuatnya,Aku Memiliki 42 Fb Baru Yang Skarang Hanya 2 Saja Yang Ku Ingat…Aku Mengirim Pesan Kepada Junita :” Aku Tlah Jatuh Cinta Samamu”Kemudian Junita Menjawab Awas Steres Kw,,,,Aku Mulai Mendatangi Kosnya,Tetapi Tak Lama Junita Pindah Kos Lagi,,Junita Mulai Mengalah Dan Memilih menjauh   (karna dia kasihan liat perjuanganku yang begitu berat karna aku slalu ingin jadi mata mata),Tapi Itu,Karna Junita Tau Aku  Adalah Seorang Penggangguran ,Mana Mungkin Pacaran Sama Anak Kuliah Yang Dah Smester 5,Kemudian Junita Berkata Kepada Ku,Kata Kata Itu Membuat Aku Sedih,Junita Ingin Pergi Meninggalkan Aku Tetapi Aku Pasrah Dengan Apa Yang aku Terima , perasaan itu kutahan dan membebani aku selama 3 tahun,Aku Mulai Bertingkah Aneh,dan Mulai Mabuk Mabukan,,Dan Keluar Kerja Dari Warnet Pamannku jakobus,Karna Hanya Masalah Spele,Ketika Pamannku Menyuruh Aku Membuka Warnet,Padahal Keadaan Warnet Sedang Rusak,Karena Terjadi Kosleting Listrik,Aku Mulai Membangkang,Dan Kemudian Paman Datang Dengan Marah Marah, soalnya aku memang tak pengen lagi tinggal di warnet sendiri sejak peristiwa bang regar itu,Aku Kemudian Menyambut Kemarahan Paman,Emosi Aku Mulai Tak Terkontrol  Lagi,Aku Mengemasi Barang Barangnku ,Dan Melempar Kunci Warnet Kepada Pamanku,Sambil Berkata,Bukalah Sendiri Warnet Paman Ini,,Kemudian Pamanku Terdiam,,,Sambil Membawa Sebuah Tas Dan Gitar,Aku Mulai Meninggalkan Kota Itu Dengan Berjalan Kaki Sejauh 5 Kilometer,,Aku Mulai Meneruskan Hidupku Di Kampung Durian Yaitu Sebuah Tempat Di Rumah Kakek,,Disana Aku Mulai Bekerja Menjaga Kedai,Dan Aku Telah Mulai Masuk Kuliah Di Sebuah Perguruan Swasta Di Stmik Logika Medan . Kemudian Pamanku Yang Tinggal Disitu Yaitu Eli Limbong ,(Seorang Duda) Mendapat Rezeki Yaitu Menikahi Seorang Broker Berlian (Marsaulina Megawati Siregar, Yg Kini Jadi Bibiku )  Paman Ku Sangat Sayang Padaku,Hingga Suatu Ketika Paman Eli Pindah,Ke Jakarta,Paman Menitipkanku  Kios Kosmetik,Kedai,Dan Tambal Bandnya (Serta Sertifikat Surat Kepemilikan Aset  Kepadaku,Aku Mulai Senang,Karna Aku Telah Dapat Menghasilkan Uang Lebih, Dari Pekerjaannku,Kemudian Sekali Seminggu Aku Pergi Kekota Tanjung Sari,,Untuk Mengenang Masaku Dengan Junita,,Aku Sering Sperti Gembel Disana,,Walaupun Kantongku Berisi Tetapi Aku Lebih Suka Nongrong Di Bangku Dan Teras Orang Sambil Tidur-Tiduran,Dengan Pakaian Rapi Dan Hendset Melekat Di Telinga,Dengan Alunan Nada Peterpan..Aku Juga Suka Nongkrong Di Kedai Tuak,,Dan Slalu Pulang Tak Sadar Ke Rumah Kakekku,,Begitulah Yang Ku Lakukan  Setiap Menjelang Akhir Pekan,,Makanya Tidak Heran Jika Pencarian Hasil Kerjaku  Tak Pernah Terlihat  Aku Mulai Mengenal Stefany Curait,Stefanny Adalah Seorang Yang Polos,Tapi Slalu Berfikir Kejam ,Disini Aku Mengerjai Mengerjai Stefanny,Ketika Aku Melihat Stefanny Mengisi Pulsanya Di Sebuah M Kios,Aku Mulai Ikut Ikutan Beli Pulsa,Tapi Itu Setelah Stefanny Pulang,Aku Mulai Melihat Daftar Nmr Yang Masuk Lewat Catatan Tukang Konter Itu,Kemudian Aku Mencatatnya Melalui Hpku Dan Mulai Smzin Stefany,Tetapi Stefanny Malah Senang Menerima Smzku,Disini Stefanny Mulai Berbaik Hati Denganku,Karna Stefanny Masih Jomblo,Stefanny Mulai Mengajakku Untuk Ikut Seminar Di Gedung Selecta Di Kota Medan, Stefanny Mulai Senang Dengan Ku Karna Aku Slalu Konser Di Kampung Durian Dengan Gitar Lamaku Setelah Pulang Kuliah,Aku Konser Sambil Membuka Tambal Band,Dikampus Aku Masuk Malam Yaitu Antara Pukul 6 Sore Sampe Jam 0900 Malam,Sedangkan Jam 0800,Aku Membuka Kios Kosmetik Di Pasar 3 , Begitulah Hari-Hari Ku Di Kampung Durian,,Stefanny Mulai Bercanda Tawa Denganku Sambil Tatap-Tatapan, Tapi Itu Tak Lama,Ternyata Stefanny Tak Tahan Dengan Keadaan, Di Memilih Pria Lain,Yang Memiliki Sepeda Motor,Di Bandingkan Aku Yang Hanya Memiliki Sebuah Gitar,  Di Daerah Tempat Kakeknya Pencarianku  Semua Habis Untuk Bergaul,,Sifat Ku Adalah Klw Aku Tak Bisa Membendung Masalah,Aku Lebih Suka Jalan Kaki Dengan Heandset, Dan Sandal Jepit,, Sampai Suatu Ketika Pamanku Yang Paling Kecil Yang Tinggal Di Rumah Kakek Iri Melihat Keuanganku , Pamanku Itu Mulai Membuatku  Jengkel,Dan Mulai Menjual Aset Yg Di Tinggalkan Paman Eli,,Aku Mulai Mengalah,Dan Mengangkatkan Kakinya,Untuk Keluar Dari Rumah Kakek,Dengan Berkata,, "Klw Orang Sukses Itu Banyak Kali Cobaannya,Nanti Klw Ngak Mengalah Ngak Di Izinkan Takdir Aku Sukses,, Trimakasih Lah Paman,Telah Mendidik Aku Disini..


Sebuah perjuangan lain dari kisah cintaku akan kutampilkan disini dari perjalanan yang ku temukan saat berada dikampus logika 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar